Minggu, 10 Februari 2008
Menangkan Untuk Calon Gubernur Jawa Tengah 2008
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah yang juga calon Gubernur Jateng Bambang Sadono membantah adanya keterlibatan pengurus partai ini dalam "kampanye" pilgub yang dilakukan K.H. Dimyati Rois pada peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Minggu lalu (3/2)."Saya dicurigai, jangan-jangan penyebutan Muhammad Adnan oleh Mbah Dim (Dimyati Rois) di Masjid Agung itu karena ada titipan dari Partai Golkar. Itu tidak benar," kata Bambang dalam pelatihan saksi-saksi pilgub di Kantor DPD Partai Golkar Jateng, Semarang, Rabu.Menurut dia, tidak ada orang yang berani meminta Mbah Dim untuk menyampaikan pesan, agar ketika berbicara di depan massa nahdliyin di MAJT, kiai dari Kendal ini menyebut nama Muhammad Adnan dan meminta mereka untuk mengingat wajah Adnan, setidaknya hingga 22 Juni 2008, saat pencoblosan pilgub.Tetapi, menurut Bambang, apa yang disampaikan Mbah Dim di MAJT itu menunjukkan dukungan besar yang diberikan dia kepada duet Bambang-Adnan. Mbah Dim ketika di MAJT meminta warga NU mengingat wajah cawagub Adnan yang akan maju dalam pilgub berpasangan dengan Bambang Sadono. Adnan sampai saat ini masih tercatat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah NU Jateng dan dosen FISIP Undip Semarang.Sejak awal, Mbah Dim memang memberi dukungan kepada pasangan ini, bahkan duet ini sebelumnya juga sudah dikenalkan kepada para santri yang diasuh Mbah Dim.Namun "kampanye" di MAJT tersebut merupakan dukungan terbuka yang pertama kali dilakukan Mbah Dim di depan warga NU, yang memiliki aspirasi politik beragam termasuk dalam Pilgub Jateng.Bambang di depan ratusan saksi pilgub Partai Golkar mengungkapkan ucapan Mbah Dim kepada dirinya beberapa waktu lalu yang mengatakan tidak pernah meragukan soliditas Golkar.Meskipun demikian, Golkar tetap sangat serius mempersiapkan diri menghadapi setiap pilkada termasuk Pilgub Jateng, mulai dari pengurus tingkat kecamatan hingga DPP."Pesan Pak Jusuf Kalla (Ketua Umum Partai Golkar), DPP beserta seluruh kader akan 'all out' memenangkan pasangan yang diusung Golkar," kata Bambang.Di tempat sama, Sekjen DPP Partai Golkar Sumarsono mengatakan, pasangan calon jangan terlalu percaya diri bisa memenangi pilgub karena optimisme berlebihan bisa menjadi awal kekalahan.Ia mengingatkan, jangan menjelek-jelekkan calon lain karena sikap ini justru malah mengurangi dukungan pemilih. "Bicara visi dan misi yang realistis saja, agar rakyat tertarik," kata mantan Wakil KSAD itu.Mengenai target perolehan suara duet Bambang-Adnan, Sumarsono juga menyebutkan angka moderat, hanya sekitar 7-8 juta pemilih atau sekitar 30-40 persen.Ia memperkirakan, dari sekitar 26 juta pemilih pilgub, setelah dikurangi angka golput, suara sah sekitar 18 juta dan dari jumlah ini 30-40 persen bisa diraih jago Partai Golkar."Strateginya, untuk di daerah yang Golkar punya dukungan, tim sukses akan berjuang 'all out', namun untuk daerah yang sedikit dukungan, kita tetap kampanye namun hanya satu atau dua kali," katanya.Strategi serupa juga dilakukan Golkar ketika kampanye Pilpres 2004 di Bali. Karena bukan basis massa Golkar, partai berlambang pohon beringin ini hanya satu-dua kali kampanye di Pulau Dewata.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar